Ilmu Budaya Dasar

Posted: November 21, 2010 in Uncategorized

1.a.“Saya punya sahabat dari kecil yang bernama habib (Sori sob Gue lupa nama lengkap lo…) yang dipanggil arab. Saat ini dia tidak kuliyah karena kekurangan biaya untuk masuk ke perguruan tinggi. Sejak kecil saya bermain dengannya. Dari bermain sepak bola sampai hal yang negative yaitu tauran antar wilayah. Nyaris saja saya terluka karena insiden tauran,untung saja saya dibantu olehnya, dia memang sering membantu saya dari masalah umum sampai hal-hal yang menyangkut pribadi saya. Pernah suatu ketika saya ingin pergi keluar bersama keluarga saya untuk makan malam dan saya ingin sekali mengajak sahabat saya tetapi sahabat saya itu tidak diizinkan keluar karena keesokan harinya dia Ulangan,akhirnya saya tidak jadi mengajaknya.Pernah juga dia mengambil handphone saya dan tidak mengakuinya, hingga akhirnya dia mengakui bahwa dia yang mengambil. Saya sangat kecewa atas tingkah laku dan perbuatanya hingga suatu hari saya menarik diri dari kehidupannya. Setelah 1 tahun berlalu saya ingin sekali bertemu dengan sahabat saya itu, saya ingin bersilahturrahmi dengannya dan keluarganya. Setelah tiba dirumahnya alangkah terkejutnya saya, ternyata habib yang saya kenal dulu telah berubah menjadi sesosok habib yang lebih baik. Dia sedang mengajar ngaji disebuat pesantren di sukabumi. Tiga hari berlalu saya bertemu dengannya, sosoknya kini telah berubah 180°. Dari pertama kenal sosoknya yang SANGAT LUAR BIASA TIDAK DIURUS sampai akhirnya dia menjadi SESEORANG YANG MEMBANGGAKAN BAGI KELUARGA DAN SAHABAT. Sebagai seorang sahabat saya sangat Takjub dan Bangga kepadanya karena dia menunjukan bahwa dia bisa berubah lebih baik dari pada sebelumnya.”

1.b. http://her-dian.blogspot.com/2010/07/fantasi-berfikir-intelegensi-perasaan.html

Fantasi
Yaitu suatu daya jiwa yang dapat membentuk tanggapan baru berdasarkan tanggapan-tanggapan yang sudah ada (lama).
Menurut aliran ilmu jiwa modern memberikan pengertian, suatu daya jiwa untuk menciptakan sesuatu yang baru. Dalam fantasi ini manusia dapat menciptakan sesuatu yang belum ada, sehingga merupakan suatu kreasi. Menurut jenisnya fantasi dapat dibedakan menjadi :
1. fantasi menciptakan
2. fantasi terpimpin
3. fantasi melaksanakan.
Guna fantasi dalam kehidupan:
1. dengan fantasi para seniman dapat menciptakan sesuatu yang baru yang dapat kita nikmati.
2. menimbulkan simpati kepada sesama manusia
3. dapat mengambil kemanfaatan (inti) sejarah,
4. dapat merencanakan hidup kita di kelak kemudian,
5. dapat merintangi dan mengurangi kesedihan kita.
Bahaya fantasi:
1. Jika fantasi itu terjadi berlebih-lebihan pada seseorang akan terjadi keputusan dalam lamunan.
2. karena kita dikuasai fantasi akan timbul rasa berdosa,
3. timbul pengertian dalam pepatah “besar pasak dari pada tiang”,
4. menimbulkan fantasi yang jauh dan liar, terutama akibat fantasi tanpa pimpinan.
Nilai fantasi dalam pendidikan:
1. dengan fantasi dapat digunakan dalam pelajaran sejarah, ilmu bumi, ilmu alam, dan sebagainya.
2. dengan memahami fantasi kita tidak akan lekas memberikan hukuman kepada anak didik.
3. dapat membentuk atau mempengaruhi watak anak didik (fantasi terpimpin)
4. dengan alat-alat pelajaran/pengajaran untuk dapat mengembangkan fantasi anak didik secara luas dan leluasa.

KESIMPULAN
Fantasi yaitu suatu daya jiwa yang dapat membentuk tanggapan baru berdasarkan tanggapan-tanggapan yang sudah ada (lama).

2. Perbedaan kebudayaan zaman batu, zaman batu tengah, dan zaman modern.

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:

Zaman batu tua (Paleolitikum)

Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah

1.    Pacitan                      :Pithecanthropus

2.     Ngandong   : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

Contoh alat-alat pada zaman paleolitikum adalah :

1.    Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).

2.     Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi.

3.    Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

contohnya menurut unsur kebudayaan :  alat – alat yang digunakan masih berupa model sederhana.

Zaman batu tengah (mesolitikum)

Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).

Alat-alat zaman Mesolithikum :

1. Kapak genggam (peble)

2. Kapak pendek (hache Courte)

3. Pipisan (batu-batu penggiling)

4. Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah

5. Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang

disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :

1. Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.

2. Ujung mata panah,

3. Batu penggilingan (pipisan),

4. Kapak,

5. Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,

6. Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :

1. Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger

2. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)

3. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche

Zaman batu baru (Neolitikum)

Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).

Contoh alat :

1.    Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan

2.     Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa

3.    Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak

4.    Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa

5.    Pakaian (dari kulit kayu)

6.    Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)

ZAMAN MODERN

Zaman modern biasanya merujuk pada tahun-tahun setelah 1500. Tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur, penemuan Amerika oleh Christopher Columbus, dimulainya Zeitgeist dan reformasi gereja oleh Martin Luther.

Masa modern ditandai dengan perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan teknologi. Dari akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, seni modern, politik, iptek, dan budaya tak hanya mendominasi Eropa Barat dan Amerika Utara, namun juga hampir setiap jengkal daerah di dunia. Termasuk berbagai macam pemikiran yang pro maupun yang kontra terhadap dunia Barat. Peperangan brutal dan masalah lain dari masa ini, banyak diakibatkan dari pertumbuhan yang cepat, dan hubungan antara hilangnya kekuatan norma agama dan etika tradisional. Hal ini menimbulkan banyak reaksi terhadap perkembangan modern. Optimisme dan kepercayaan dalam proses yang berjalan di tempat telah dikritik oleh pascamodernisme sementara dominasi Eropa Barat dan Amerika Utara atas benua lain telah dikritik oleh teori pascakolonial.

3.MANUSIA DAN CINTA KASIH

A. MANUSIA DAN CINTA KASIH

1.      Arti Cinta Kasih

Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.

Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta ksih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.

2.      Macam Cinta Kasih

Adanya beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut :

a.       Cinta kasih antar orang tua dan anak. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.

b.      Cinta kasih antara pria dan wanita. Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.

c.       Cinta kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.

d.      Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.

e.       Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.

Demikianlah, berbagai contoh perilaku manusia yang melukiskan cinta kasih sebagai kebutuhan kodrati manusia.

3.      Ungkapan Cinta Kasih

Cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku, seperti dengan kata-kata, tulisan, gerak, atau media lainnya. Ungkapan dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu. Ungkapan dengan tulisan, misalnya surat cinta, surat ibu kepada putrinya. Ungkapan dengan gerak, misalnya salaman, pelukan, ciuman dan rangkulan. Ungkapan dengan media, misalnya setangkai bunga, benda suvenir dan benda kado. Ungkapan-ungkapan ini selain dalam bentuk nyata, juga dalam bentuk karya budaya. Misalnya seni suara, seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.

Orang yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuh gairah, banyak inisiatif, dan penuh kreatif. Bagi seniman perilaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap melalui karya budaya itu.

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah
  2. http://medanbung.wordpress.com/2008/12/16/zaman-batu/
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_modern


Komentar
  1. sarah fauzia mengatakan:

    TUGASNYA KEREN BANGET SIH…
    BOLEH GW SEDOT YA TUGASNYA…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s