Cinta Dan Kasih Sayang

Posted: Januari 6, 2011 in Uncategorized

Kebanyakan orang akan tertarik bila sudah mendengar kata “CINTA”, entah mengapa bisa terjadi seperti itu. Ada yang bilang Cinta membutuhkan pengorbanan. Karena Pengorbanan dapat diartikan pemberian atau memberikan apa saja untuk menyatakan kebaktian, atau yang sering kita sebut Rela Berkorban untuk mendapatkan Cinta seseorang. Namun harus kita ketahui bahwa untuk melakukannya kita harus benar – benar tulus ikhlas tanpa paksaan.

Cinta, juga dapat diartikan sebagai rasa sangat suka atau sangat tertarik kepada seseorang atau lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam terhadap seseorang. Sedangkan kasih sayang dapat diartikan sebagai cinta, jadi cinta dan kasih tidak dapat dipisahkan. Karena mereka sangat terkait antara satu dengan yang lainnya.

Cinta dan Kasih Sayang yang diberikan orang tua kepada anaknya, selalu diberikan tanpa pamrih, ia pun selalu memberikan yang terbaik untuk anak – anaknya dan selalu melindungi dalam keadaan susah maupun senang. Mereka tidak mau menunjukan kesedihannya atau ketidak sukannya kepada anak – anaknya. Mereka selalu menyimpan kesedihannya karena ia tidak mau melihat anak – anaknya sedih. Bagaimana pun keadaan kita orang tua selalu tetap memberikan cinta dan kasih sayangnya dengan tulus. * Saya sebagai anak sangat beruntung mempunyai orang tua yang seperti itu, dan selalu mendukung apa saja yang saya lakukan selama hal itu tidak negatif.

Kasih sayang yang diperoleh cinta keibuan, yang paling asli adalah yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Seorang ibu akan selalu menjaga dan merawat sang mutiara hatinya itu dengan penuh kasih sayang. Selain itu ia juga selalu mengajarkan hal – hal yang terbaik positif untuk kebaikan anaknya.

Rasa cinta dan kasih sayang tidak hanya didapat dari seorang ibu saja, tetapi juga didapat dari seorang ayah.

Cinta dan kasih sayang tidak hanya di dapat dari seorang ibu kepada anaknya saja. Tetapi juga dapat kita peroleh dari cinta sesama manusia ciptaan Tuhan tanpa mengenal batas – batas manusia berdasarkan RAS, Suku Bangsa, Agama dan Gender ini dapat disebut CINTA persaudaraan. Atas dasar cinta demikian seorang tidak mempunyai rasa pamrih untuk berbuat baik kepada sesamanya.

Sumber : SARTIKA BURHAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s