Bentuk Keadilan Menurut Agama Islam

Posted: Januari 24, 2011 in Uncategorized

Stay updated via RSS * * * Top Notes o Keadilan Dalam Islam o Konsep Advokasi Masyarakat o AKHIR SEBUAH KISAH * Goresan Terbaru o AKHIR SEBUAH KISAH o Piala AFF dan Naturalisasi Pemerintahan Indonesia o Reformasi Birokrasi V.S. Teror Mafia Hukum o Kesadaran Di Penghujung Hujan o Keadilan Dalam Islam o Mudik Sebagai Akselerator Kemajuan Desa o Kartu Lebaran Gubernur* o Pemimpin yang Berdaulat o Menyelami Hikmah Puasa Di Bulan Suci Ramadhan o AKSI TARHIB RAMADHAN 2010 o KAMMI BANDUNG DEMO TOLAK KENAIKAN TDL * Arsip o Januari 2011 (1) o Desember 2010 (1) o November 2010 (2) o September 2010 (2) o Agustus 2010 (5) o Juni 2010 (5) o Mei 2010 (3) o April 2010 (3) o Maret 2010 (3) o Februari 2010 (4) o Januari 2010 (3) o Desember 2009 (2) o November 2009 (4) o Oktober 2009 (2) o September 2009 (5) o Agustus 2009 (10) o Juli 2009 (17) o Juni 2009 (3) * Kategori o 1 (8) o Lembar KAMMI (29) o Lintasan Berita (21) o Renungan Kehidupan (16) o tulisan heureuy (5) o tulisan SERIUS (43) * Halaman o Buku Tamu o Foto o GRATIS.. * keywords 100 hari adil aksi bandung bencana boediono cinta demo demonstrasi fsldk gempa gerakan hukum indonesia islam jawa barat kammi kejaksaan korupsi kristen lagu mahasiswa masyarakat minuman beralkohol miras musibah palestina pansus pemerintahan perang perjuangan pernyataan sikap polisi politik puasa puisi rakyat ramadhan raperda miras revolusi sby sejarah solusi syamsul tips * Jejak Langkah ikhwansatu on SMS “Merah Muda… Adam Kurniawan on AKHIR SEBUAH KISAH anang nurcahyo on Piala AFF dan Naturalisasi Pem… putihtua on Piala AFF dan Naturalisasi Pem… Bujang al ghifari on Piala AFF dan Naturalisasi Pem… syamsulbandung on Kesadaran Di Penghujung H… Akhirudin Fahmi on Kesadaran Di Penghujung H… Syamsudin Kadir on Keadilan Dalam Islam syamsulbandung on Pembangkangan Sipil Imam Al… ina lestari on Pembangkangan Sipil Imam Al… * Penggemar ke.. o 3,921 hits * Follow Me Klik untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan baru melalu surel. * Blogroll o Akar Sejarah Peradaban o Al-Intima\’ Web o bayex o bingkai hidup ridwansyah o Blog KAMMI Daerah Bandung o Budayawan Muda o Deatantyo\’s Blog o Genabijaksana\’s Weblog o Hilal Hudan Nuha o http://kangjavas.wordpress.com/ o Ilmu Hukum o irsan galih pranata o Militansi Tanpa Batas o Puncak Kehidupan o Rahim_Imajinasi o Srikandiindonesia\’s Weblog o Suwarnae\’s Weblog o WordPress.com o WordPress.org o \”Ubi Societas, Ibi Ius\” * * my facebook yeuh.. Syamsul Bandung Buat Lencana Anda * Twitter Terbaru o RT @bdgnews AJI Sesalkan Guru Besar UPI Usir Wartawan: Bandung (ANTARA) – Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Bandung, http://bit.ly/hNRNPa 2 days ago o barakallah RT @PenerbitMC Telah terbit buku Quantum Leadership of King Sulaiman, Bahagia itu Mudah, dan msh byk lagi buku menarik lainnya 2 days ago o suatu sasaran tidak selalu bisa ditembak dengan peluru dan senjata yang sama.. 5 days ago o barakallah atas terpilihnya akh Arif Ikhwani (UNSIL 07) sbg Ketua Umum KAMMI Tasikmalaya.semoga bisa tetap istiqamah.salam hangat dr Bandung 1 week ago o selamatkan anak jalanan RT via @detikhealth Kebiasaan Ngelem Bisa Bikin Mati Mendadak http://de.tk/Gd0EJ 1 week ago Keadilan Dalam Islam Posted: 14 September 2010 by syamsulbandung in Lintasan Berita, tulisan SERIUS Tag:adil, agama, gereja, hkbp, hukum, islam, keadilan, keadilan dalam islam, kristen, skb 3 menteri, timbangan 1 oleh: Syamsul Ma’arief Ketua Umum KAMMI Daerah Bandung “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maa’idah : 8 ) Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Bahkan Allah SWT memerintahkan kita untuk tetap berlaku adil meskipun kepada orang ataupun kaum yang kita benci. Allah juga memberikan derajat takwa kepada orang yang dapat berlaku adil. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, adil didefinisikan sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak atau berpihak kepada yang benar. Tapi adil tidak selamanya harus sama berat ataupun sama besar. Dalam praktiknya, adil juga dapat didefinisikan sebagai sikap pertengahan (moderat), proporsional dan juga menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sebagai ilustrasi sederhana tentang keadilan, seorang siswa SD yang masih kanak-kanak tidak mungkin disamakan jumlah uang sakunya dengan seorang mahasiswa yang telah dewasa. Keadilan dalam memberikan uang saku tidak bisa diartikan dengan memberikan jumlah uang yang sama, tapi dengan memberikan uang saku secara proporsional, tepat sasaran dan juga sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Meskipun jumlah uangnya tidak sama, tapi kita semua sepakat bahwa hal tersebut adalah suatu keadilan. Namun dalam beberapa pemberitaan terakhir, kesucian momentum hari raya Idul Fitri dinodai oleh sejumlah kasus diskriminasi, pelecehan dan kekerasan atas nama agama. Setidaknya ada dua peristiwa penting yang saling berkaitan satu sama lain. Dan kedua peristiwa tersebut semakin menguji kedewasaan kita dalam beragama, terutama terkait penegakkan nilai-nilai keadilan dalam kebebasan beragama. Peristiwa pertama adalah peristiwa penusukan dan penganiayaan terhadap dua orang jemaat HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Ciketing Bekasi. Dua orang korban tersebut adalah Asia Lumban Toruan alias Sintua Sihombing dan Luspida Simanjuntak. Akibatnya Sintua Sihombing mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan dan Luspida Simanjuntak menderita luka memar di pelipis sebelah kanan. Peristiwa penusukan dan penganiayaan ini diduga terkait penolakan rencana pembangunan gereja di tengah lokasi perumahan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Reaksi keras langsung bermunculan dari berbagai pihak. Bahkan Presiden SBY memerintahkan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk segera menangkap pelaku penusukan. Selain itu Presiden SBY juga menginstruksikan kepada Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Menteri Agama Suryadharma Ali untuk mengambil langkah cepat yang dinilai perlu untuk menjamin kebebasan beragama. Peristiwa kedua adalah rencana aksi pembakaran Al-Qur’an oleh Pendeta Terry Jones di Florida Amerika. Rencana pembakaran Al-Qur’an tersebut merupakan bentuk protes terhadap rencana pembangunan masjid dan pusat kebudayan Islam hanya beberapa blok dari Ground Zero, lokasi serangan WTC 9/11 di New York. Meskipun pada akhirnya rencana pembakaran Al-Qur’an ini dibatalkan, sekelompok kecil nasrani konservatif tetap melakukan aksi merobek Al-Quran di luar Gedung Putih, Sabtu (11/9). Mereka melakukan tindakan ini sebagai bentuk protes “perayaan Islam” dalam peringatan tragedi 9/11. Penegakkan Keadilan Nurul Huda Maarif dalam salah satu tulisannya menjelaskan bahwa Islam memberikan kebebasan penuh bagi siapapun untuk menjalankan keyakinan yang dianutnya. Termasuk keyakinan yang berbeda dengan Islam sekalipun. Konsekuensinya, kebebasan mereka ini tidak boleh diganggu-gugat. Bukti kebebasan ini tergambar dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 256 yaitu: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat..” Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pilihan kepercayaan apapun yang kita anut, semua memiliki konsekuensinya masing-masing. Kesadaran untuk memilih keyakinan harus pula dibarengi oleh kesadaran akan konsekuensinya. Sehingga, pilihan kita betul-betul sebagai “pilihan yang bertanggungjawab” dan “bisa dipertanggungjawabkan.” Dan salah satu konsekuensi memilih keyakinan adalah beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Oleh karena itu, negara harus dapat melindungi hak beribadah setiap warga negaranya tanpa terkecuali, baik kaum minoritas maupun kaum mayoritas. Kunci dari penegakkan keadilan terletak pada pemahaman kita bahwa keadilan dalam Islam itu universal dan tidak mengenal boundaries (batas-batas), baik batas nasionalitas, kesukuan, etnik, bahasa, warna kulit, status (sosial, ekonomi, politik), dan bahkan batas agama sekalipun. Pada orang yang berbeda keyakinan dan bahkan hewan sekalipun, keadilan harus tetap ditegakkan. Dalam surat Al Maa’idah ayat 8 Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlakulah adil, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” Bahkan dalam keadaan perang sekalipun, Rasulullah SAW senantiasa berwasiat kepada pasukannya untuk berlaku adil. Jangan membunuh secara kejam, jangan membunuh anak laki-laki, wanita dan orang lanjut usia, jangan menebang pohon yang sedang berbuah, jangan membunuh binatang ternak kecuali sekadar keperluannya saja. Dan yang terpenting adalah jangan mengganggu orang yang sedang beribadat di dalam biara atau gereja, jangan menghancurkan tempat ibadah, dan senantiasa harus menegakkan hukum secara adil. Maka terhadap dua peristiwa diskriminasi, pelecehan dan kekerasan atas nama agama ini, kita semua bersepakat bahwa keadilan harus tetap ditegakkan. Setiap perkataan dan perbuatan harus dimintai pertanggungjawabannya dan diadili sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Jangan lagi ada diskriminasi dan perbedaan perlakuan di hadapan hukum. Karena hal tersebut dapat melukai rasa keadilan masyarakat yang pada akhirnya akan menjatuhkan supremasi hukum itu sendiri. Akibatnya, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan cenderung bersikap anarkis dan main hakim sendiri. Keadilan, dalam hal apapun, akan membuahkan kedamaian dan kesejahteraan. Inilah inti kemaslahatan bagi umat. Dan ini lebih mungkin dilaksanakan oleh para pemimpin atau pemerintah. Untuk itu, setiap pemimpin harus memahami konsep tasharruf imam ala al-ra’iyyah manuthun bi al-maslahah atau kebijakan pemimpin bagi warganya harus diorientasikan untuk kemaslahatan mereka. Selain itu, setiap pemimpin juga harus sadar bahwa Sayyidul qaum khadimuhum atau pemimpin umat adalah pelayan bagi mereka. Pemimpin harus melayani umatnya untuk mendapatkan keadilan ini yaitu keadilan untuk dapat beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Karena itu, keadilan yang berujung pada kedamaian dan kesejahteraan harus dikejar terlebih dahulu ketimbang urusan pribadi ataupun golongan. Wallahua’lam bishshawwab.***

Sumber : http://syamsulbandung.wordpress.com/2010/09/14/keadilan-dalam-islam/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s