Tawuran Sma 6 dengan Wartawan

Posted: Oktober 4, 2011 in Uncategorized
09.20.2011 · Posted in Kriminal

tawuran sma 6Tawuran SMA 6 Jakarta Dengan Wartawan pada Senin (19/9) berakhir ricuh dan membuat pihak sekolah terpaksa meliburkan anak didiknya selama 5 hari.  Kasus ini bermula saat puluhan siswa mengkeroyok reporter Trans 7 yang bernama Oktaviardi, yang saat itu sedang meliput tawuran antara siswa SMA 6 dan Siswa SMA 70 di daerah Mahakam. Pimpinan SMA Negeri 6 merasa gerah dengan pemberitaan di media seputar “tawuran  sma 6″ yang melibatkan siswa-siswanya dengan wartawan. Mereka menganggap berita yang beredar tidak berimbang dab berencana mengadukan masalah ini ke Dewan Pers.

Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membantah bahwa pihaknya tak melakukan tindakan dalam menghentikan sejumlah kasus tawuran yang sering terjadi di SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. Namun, ia membenarkan bahwa pertikaian antarkedua sekolah tersebut memang telah terjadi puluhan tahun.

Imam mengajak sejumlah pihak mencari akar permasalahan yang tak kunjung selesai dari sikap anarkis para pelajar tersebut. Menurut Imam, itu bukan hanya tugas Polri untuk menelusurinya.

“Jangan bilang tidak ada tindakan. Pihak terkait sudah melakukan upaya-upaya. Saya melihat record Jaksel ini terkait dengan pemerintah kota bekerja sama dengan Kemdiknas. Bahkan, sampai membuat posko terpadu,” ujar Kombes Imam di Gedung Polres Jakarta Selatan, Senin (19/9/2011) malam.

“Akar tawuran sma 6 itu harus kita lihat. Itu kan sudah puluhan tahun. Saya belum tahu, tapi analisis saya apakah pertentangan antara SMA 6 dan SMA 70 diwariskan. Itu yang harus dicari. Itu bukan hanya tugas Polri, tetapi semua pihak,” tuturnya.

Keributan terjadi saat puluhan wartawan menggelar aksi protes di depan SMA 6, Bulungan, Jakarta Selatan. Sejumlah pelajar menyerang dan melakukan pemukulan terhadap dua wartawan saat aksi sedang berlangsung.

Keributan terjadi saat fotografer Media Indonesia, Panca mengalami tindakan pemukulan saat dia sedang mengambil gambar aksi protes ini. Salah seorang wartawan Rakyat Merdeka yang coba membantu juga ikut terkena pukulan oleh puluhan pelajar yang tidak ingin sekolah mereka diprotes.

Aksi protes digelar puluhan wartawan terkait dengan pemukulan yang dilakukan terhadap pelajar SMA 6 saat terjadi tawuran di depan sekolah mereka dengan SMA 70 Bulungan. Wartawan Trans7, Oktaviardi, yang kebetulan sedang berada di lokasi tawuran, menjadi korbannya saat sedang mengambil gambar.

Puluhan pelajar yang melihatnya langsung mengerubungi Oktaviardi dan mengambil paksa kaset liputannya. Saat ini kejadian yang dialami Okta sudah dilaporkan ke polisi.

Tradisi tawuran SMA 6 juga dibenarkan oleh Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mahfudz Siddiq yang merupakan alumnus sekolah itu pada tahun 1984. Hal ini ia sampaikan pada Senin sore saat mengetahui peristiwa kekerasan terhadap wartawan.

Salah satu alasan sering terjadinya tawuran sma 6, kata Mahfudz, karena lingkungan SMA 6 yang dikepung mal dan segala aktivitas yang mengganggu proses belajar mengajar. Faktor lain adalah solidaritas antarpelajar.

Mengapa dikalangan remaja masih terpancing dengan masalah-masalah tauran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s